Buka FGD, Iyad Ajak Semua Kerahkan Kemampuan Tingkatkan Status 17 Desa Tertinggal
15 Juni 2022 Arif Maulana Berita 85
Buka FGD, Iyad Ajak Semua Kerahkan Kemampuan Tingkatkan Status 17 Desa Tertinggal

SAMARINDA -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin mengajak semua peserta FGD Percepatan Pembangunan Desa Provinsi Kaltim Tahun 2022 mengerahkan kemampuan untuk meningkatkan status Indeks Desa Membangun 17 desa tertinggal di Kaltim.

 

"Besar harapan saya bapak/ibu peserta FGD dapat mengerahkan seluruh kemampuan semaksimal mungkin untuk mendorong 17 Desa ini agar bisa menjadi desa yang berkembang, sehingga tuntaslah tujuan besar kita dalam RPJMD yang akan selesai di tahun 2023 mendatang, " ujar M Syirajudin saat membuka FGD Percepatan Pembangunan Desa Provinsi Kaltim, di Hotel Aston Samarinda, Rabu (15/6/2022).

 

Menurutnya, berdasarkan data sementara pemutakhiran data IDM Kaltim 2022 tercatat menyisakan sebanyak 17 Desa Tertinggal dari 841 desa se Kaltim.

 

Rinciannya di Kabupaten Berau (1 Kampung), Kutai Timur (2 Desa), Kutai Barat (6 Kampung), dan Mahakam Ulu (8 Kampung).

 

Seperti diketahui target RPJMD Kaltim 2019-2022 meningkatkan status 150 Desa dari 518 desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang sudah melampui target pada 2020.

 

Dan PR besar masih ada desa sangat tertinggal, yakni Kampung Garunggung, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat yang berbatasan dengan lokasi pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah berhasil meningkat menjadi tertinggal pada 2022.

 

"Ini (Kampung Gerunggung, Red) salah satu yang harus kita seriusi. Masih perlu kerjasama agar bisa jadi desa maju. DPMPD tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan Dinas PUPR terkait ketersedian infrastruktur, dinas pendidikan terkait tenaga pendidikan, dinas kesehatan terkait tenaga kesehatan, dan lainnya sesuai tugas dan fungsinya, " katanya.

 

Pada kesempatan itu dia juga memberi apresiasi kepada Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Paser yang sudah berhasil dalam mengentaskan desa yang tertinggal dan sangat tertinggal.

 

"Sekali lagi mohon dukungan kepada seluruh OPD yang hadir pada kesempatan ini, untuk ikut perpartisipasi, karena peran bapak/ibu sanggatlah dibutuhkan desa-desa yang masihtertinggal, " tambahnya.

 

Misalnya, berdasarkan hasil bedah IDM hampir seluruh desa yang tertinggal belum memiliki tenaga kesehatan (dokter/bidan), belum memiliki tempat pelatihan/kursus, dan akses jalan yang tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda empat.

 

Termasuk dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kampung di Kabupaten untuk memberikan dukungan dan fasilitasi lebih intens kepada desa terutama di daerah-daerah yang terpencil dan tidak memiliki Tenaga Pendamping Profesional.

Kemudian keterlibatan aktif dari Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk mengawal proses penyusunan RKPDes dan APBDes tahun 2023, untuk mengentaskan permasalahan di desa berdasarkan skor IDM yang masih rendah.

 

"Semoga pertemuan ini dapat mempererat hubungan antar lintas OPD di tingkat provinsi dan kabupaten untuk saling bersinergi dan bekerjasama dalam mengentaskan status 17 Desa yang masih tertinggal di Provinsi Kaltim, " katanya.

 

FGD diikuti OPD terkait lingkup Provinsi Kaltim dan 7 kabupaten se Kaltim, diantaranya DPMD/DPMK, Disperindagkop, Diskominfo, dan Tenaga Pendamping Profesional. Hadir sebagai narasumber Kepala DPMPD Kaltim M Syirajudin dan Sekretaris Bappeda Kaltim Mona Charmaridjati. (DPMPD Kaltim/arf)


Artikel Terkait
Info Permohonan Informasi
Artikel Terbaru
Statistik
Online 2
Pengunjung Hari Ini
Halaman Dikunjungi Hari Ini 0
Total Pengunjung 107179
Total Halaman Dikunjungi 858111
Government Public Relation

Jl. MT Haryono - Samarinda - Kaltim
Telp : (0541) 7779725,
Fax : (0541) 7779726
E-mail : dpmpd@kaltimprov.go.id
E-mail Pengaduan : dpmpdkaltim@gmail.com

Sitemap | Kontak | Webmail

Visitor
Total : 858111
Bulan ini : 7650
Hari ini : 0

© DPMPD Prov Kaltim @ 2021