Bukan Pamerkan Barang, BID Diharap Pamerkan Ide Kretif Berkembang di Desa

icon - In Berita By Admin Website    icon 7030

Bukan Pamerkan Barang, BID Diharap Pamerkan Ide Kretif Berkembang di Desa

PENAJAM -- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi daerah kedua yang sudah melaksanakan pameran hasil inovasi kreatifitas pembangunan desa Bursa Inovasi Desa (BID) 2018 setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Paser.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Moh Jauhar Efendi menyampaikan pesan penting terhadap pelaksanaan BID di Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Dia berharap agar ajang menjembatani pemenuhan kebutuhan pemerintahan desa beserta upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi dengan inisiatif kegiatan pembangunan desa tersebut bukan memerkan dalam bentuk barang, tapi ide kreatif yang lahir dan berkembamg di desa.

"Jadi yang dipamerkan adalah kegiatan-kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa. Harapan menjadi contoh daerah lain dalam mendorong percepatan pembangunan desa, khususnya yang menggunakan dana desa," ujar Jauhar saat pembukaan BID PPU, di Gedung Serbaguna Pemuda dan Olahraga, Penajam, Rabu (24/10).

Karenanya Jauhar mendorong agar seluruh kabupaten se Kaltim segera melaksanakan BID. Melalui BID diharap terjadi penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa agar penggunaan desa kedepannya lebih efektif dan efisien.

"BID merupakan bagian yang tidak terpisahakan dari model pengelolaan inovasi ditingkat kabupaten. Makanya yang belum diharap segera melaksanakan," harapnya.

Berbagai inovasi yang dilaksanakan pada gilirannya diharap dapat meningkatkan laju perkembangan desa. Ditandai status Indeks Desa Membanggun (IDM) nya semakin meningkat.

Penajam Paser Utara misalnya, dari 4 kecamatan, 24 kelurahan, dan 30 desa menunjukan IDM nya secara rata-rata pada posisi indeks 0,6505 atau status berkembang dan dengan nilai tertinggi di Kaltim.

Kabupaten yang juga cukup baik Kutai Timur dengan indeks 0,6037 atau status berkembang."Sedangkan Kaltim secara keseluruhan masih pada indeks  0,5756 atau status tertinggal. Sedangkan dari 841 desa se Kaltim baru dua desa yang statusnya mandiri masing-masing di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat," ucapnya.

Pada kesemparan itu Jauhar juga melemparkan wacana memungkinkannya Kecamatan Penajam dimekarkan dengan Ibukota Petung. Kecamatan Penajam terdiri dari 4 desa dan 19 kelurahan dengan perkembangan wilayah semakin baik.

"Kalau melihat perkembangannya sangat baik ketika dibandingkan 20 tahun lalu saat saya Camat Penajam. Kalau dimekarkan diharap semakin mendorong percepatan pembangunan danmendekatkan pelayanan," katanya.

BID sendiri dibuka Bupati Penajam Paser Utara melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekab, Suhardi.(DPMPD Kaltim/arf)