BUMDesma Astha Miliki Banyak Potensi Usaha Dikembangkan

icon - In Berita By Admin Website    icon 8717

BUMDesma Astha Miliki Banyak Potensi Usaha Dikembangkan

TENGGARONG -- Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Astha, Desa Sejahtera, Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki banyak potensi usaha yang sedang dikembangkan. Salah satunya BUMDes Mart yang menjual hasil pertanian dan juga sembilan bahan pokok (sembako) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“BUMDes Mart juga sebagai wadah penyaluran hasil pertanian masyarakat Desa di Kecamatan tersebut,” sebut Ketua BUMDesma Astha, Hari Purwito saat menerima kunjungan Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Kaltim, Riani Tisnadewi bersama tim, Selasa (23/4).

Unit usaha lainnya yang juga sangat potensial dan belum mendapatkan perhatian secara khusus dalam hal permodalan adalah sentra kerajinan akar kayu ulin dan alat peraga edukasi dengan memanfaatkan sisa limbah akar kayu ulin.

Produk yang sudah dihasilkan diantaranya furniture meja, kursi, lemari, bath-up dan produk - produk lainnya yang memiliki nilai jual lebih karena berasal dari bahan yang dianggap sudah tidak terpakai.

Menurutnya banyak produk - produk contoh yang sudah diciptakan dan juga membuat alat produksi sendiri untuk menghasilkan produk kerajinan yang tidak kalah dari pengrajin kayu di Jepara Jawa Tengah.

Pada kesempatan itu, dia memperlihatkan berbagai macam kerajinan yang telah dihasilkan kepada Kabid PDKP Riani Tisnadewi berserta rombongan. Dan mendapat respon positif. “Sangat bagus produk yang sudah dihasilkan tinggal bagaimana pemasarannya,” ungkap Riani Tisnadewi.

Lebih lanjut, Hari Purwito menjelaskan, Bumdesma Astha saat ini sedang melakukan proses penawaran kepada pemilik lahan tambang yang ada disekitar Kecamatan Tenggarong Seberang. Maksudnya untuk ikut bekerjasama dalam hal penyaluran bahan bakar minyak  dengar menggandeng importir BBM yang sudah ada.

Progresnya masih dalam tahapan penjadualan ulang antara pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam hal ini diwakili oleh Assisten 2  Sekkab Kutai Kartanegara. Mereka akan negosiasi dengan pihak perusahaan tambang dan juga importir BBM untuk mencari kata sepakat antara kedua belah pihak.

“Apabila kerjasama ini berhasil maka akan menjadi tambahan bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang akan dimanfaatkan kembali bagi masyarakat Desa,” katanya.

Dinas Penanaman Modal Kabupaten Kutai Kartanegara juga disebut sedang melakukan studi banding ke Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempelajari bagaimana Program “TOMIRA” Toko Milik Rakyat yang sudah berjalan untuk diterapkan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dengan program yang akan direncanakan bernama “IDAMAN” Inovasi, Dagang, Kemitraan. Program “IDAMAN” ini diharapkan membantu masyarakat desa khususnya peningkatan produk - produk UKM di Kutai Kartanegara untuk mendapat respon pasar.

Kedepan akan dikolaborasikan dengan convenience store yang sudah ada dan merajai bisnis toserba dalam hal permodalannya. Harapannya desa dapat ikut bersaing dalam hal produk - produk unggulan hasil dari UKM binaan di Desa tersebut.

“Semua usaha yang telah dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat diseluruh Indonesia,” tukasnya. (DPMPD Kaltim/AMF/arf)