Diluncurkan, CoE Village dan Akademi Kampung SIGAP Kaltim

icon - In Berita By Admin Website    icon 6937

Diluncurkan, CoE Village dan Akademi Kampung SIGAP Kaltim

SAMARINDA -- Center of Excellence (CoE) Villages atau Pusat Keunggulan Inovasi Desa serta Implementasi Akademi Kampung SIGAP Kalimantan Timur resmi diluncurkan. Peluncuran dilakukan  secara daring melalui siaran langsung Channel Youtube Yayasan Konservasi Alam Nusantara https://www.youtube.com/channel/UCr_H2QYUqL9VCKrSzpwyReQ, Jumat (18/12).

Peluncuran berupa penayangan video penyampaian materi oleh narasumber yang ditetapkan, yakni Abdul Halim Iskandar (Menteri Desa PDTT), Suharso Monoarfa (Menteri PPN / Kepala BAPPENAS), Denis Nkala (Regional Coordinator and Representative Asia Pacific Office UNOSSC), Isran Noor (Gubernur Kalimantan Timur), M. Syirajudin (Kapala DPMD Kalimantan Timur), Herlina Hartanto (Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara), dan Ryan Sugiarto (Ketua Yayasan Sanggar Inovasi Desa).

Gubernur Kaltim Isran Noor dalam paparannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pengembangan program CoE Villages atau Pusat Keunggulan Inovasi Desa serta Akademi Desa/Kampung SIGAP di Kalimantan Timur.

“Program yang hari ini di-launching adalah penting dan strategis untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif dari para champions di tingkat lokal, regional maupun global untuk mendokumentasikan pembelajaran dan praktik terbaik inovasi desa di Indonesia,”ujarnya.

Program ini merupakan kerjasama antara DPMPD Pemprov Kalimantan Timur, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Sanggar Inovasi Desa, Yogyakarta yang didukung oleh Kementerian Desa PDTT, PPN Bappenas dan UNOSSC.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki 841 Desa dan tersebar di berbagai pelosok wilayah terus berupaya untuk mendorong percepatan pembangunan desa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Kalimantan Timur Berdaulat.

Untuk itu, pemprov sangat mendukung berbagai upaya dan inisiatif untuk mendorong Pusat Keunggulan Inovasi Desa dan Akademi Desa/Kampung SIGAP.

“Dalam mendorong percepatan pembangunan desa tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mendorong lahirnya dukungan dan kolaborasi para pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, universitas dan lembaga riset, swasta dan pihak ketiga serta mitra pembangunan lainnya untuk secara bersama-sama mewujudkan desa-desa di Kalimantan Timur menuju desa yang maju dan mandiri,”sebutnya.

Program SIGAP yang bersinergi dengan para pihak dan telah dilaksanakan di Kabupaten Berau dan beberapa desa di kabupaten lainnya telah mulai menunjukan hasil positif yang berdampak pada peningkatan IDM (Indeks Desa Membangun) di Kalimantan Timur. 

“Besar harapan kami, agar program CoE Villages dan Akademi Desa/Kampung SIGAP yang akan dilaksanakan ini dapat berjalan dengan baik demi mendorong lahirnya sebuah model desa yang yang unggul dan inovatif dalam melaksanakan pembangunan desa termasuk dalam model pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Timur. Pula, kelak dapat menjadi sebuah model yang dapat direplikasi pada desa-desa lainnya di Indonesia maupun negara lain yang menjadi bagian dari Kerjasama Negara Selatan–Selatan dan Triangular,”katanya

Untuk hal tersebut diatas, dia mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara sebagai sebuah lembaga yang juga turut terlibat aktif dalam upaya untuk peningkatkan kapasitas masyarakat desa serta dalam inisiatifnya untuk mendorong model Pusat Keunggulan Inovasi Desa dan Akademi Desa/Kampung SIGAP sebagai bagian yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s = sustainable development goals) di Kalimantan Timur.