watch_later

Jam Operasional : Senin - Jum’at 08.00 - 16.00 WITA

Semua Artikel

Artikel

DPMPD Kaltim Hadiri Workshop Exit Strategi Desa Cerdas Region Makassar


 

Makassar, 11/12/2024 – Dalam upaya mempercepat pengembangan Desa Cerdas di wilayah Indonesia timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui PSM Ahli Muda Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan, Esthi Susilarini, hadir dalam workshop bertajuk Exit Strategi Desa Cerdas Region Makassar yang digelar pada 10 hingga 13 Desember 2024 di Hotel Gammara, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pejabat kementerian, lembaga, serta perwakilan dari provinsi dan kabupaten di Indonesia Timur.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Drs. Syahrul, M.Si, Sekretaris Balai Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendesa dan PDT. Dalam sambutannya, Syahrul mengungkapkan pentingnya penerapan konsep Desa Cerdas (Smart Village) sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintahan serta kesejahteraan masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital.

 

Workshop yang berlangsung selama empat hari ini mengundang berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal Kemendesa dan PDT, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dari lima provinsi di Indonesia Timur: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Papua, dan Kalimantan Timur. Tak hanya itu, sepuluh kabupaten turut hadir, antara lain Enrekang, Luwu, Bulukumba, Wakatobi, Polewali Mandar, Mamuju, Jayapura, Paser, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara, serta tenaga pendamping profesional P3MD yang terdiri dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa.

 

Salah satu topik utama yang dibahas adalah konsep Desa Cerdas sebagai model pembangunan berbasis teknologi digital. Melalui penerapan Desa Cerdas, diharapkan tercapai peningkatan kualitas pemerintahan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Desa Cerdas juga bertujuan untuk menciptakan masyarakat desa yang mandiri, dengan teknologi yang digunakan untuk mendukung tata kelola yang lebih efektif dan efisien.

 

Workshop ini memaparkan enam pilar utama dalam pengembangan Desa Cerdas, yaitu: Tata Kelola Cerdas, Masyarakat, Ekonomi, Mobilitas, Lingkungan, dan Kehidupan Cerdas. Selain itu, ada empat kegiatan penting dalam penerapannya, yaitu pendampingan, peningkatan kapasitas, ruang komunitas digital, serta monitoring dan evaluasi (monev).

 

Esthi Susilarini yang mewakili DPMPD Provinsi Kaltim memberikan apresiasi atas upaya Kemendesa dan PDT bersama pihak terkait dalam menggagas konsep Desa Cerdas. Ia berharap teknologi digital dapat digunakan secara tepat guna untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Dalam sesi diskusi yang berlangsung, banyak peserta yang berbagi pengalaman serta menyampaikan harapan agar Desa Cerdas bisa diterapkan lebih luas, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga di kabupaten dan kota.

 

Workshop ini ditutup oleh Bapak Asman Bani, PSM Ahli Utama Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendesa dan PDT. Dalam penutupan acara, Asman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan Desa Cerdas yang akan membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Acara ini juga mengangkat berbagai topik terkait regulasi pendukung Desa Cerdas, seperti Pedoman Umum Pengembangan Desa Cerdas yang dikeluarkan oleh Kemendesa dan PDT, serta regulasi tingkat desa dan kabupaten yang mencakup Peraturan Desa (Perdes), Peraturan Kepala Desa (Perkades), dan Peraturan Bupati (Perbup) yang menyediakan anggaran khusus untuk mendukung implementasi Smart Village.

 

Sementara itu, Kepala DPMPD Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, mengungkapkan harapannya agar hasil workshop ini dapat diimplementasikan dengan baik di wilayah Kaltim. Ia menegaskan pentingnya pemetaan dan strategi percepatan dalam mengembangkan Desa Cerdas di provinsi tersebut, dengan tujuan agar Kaltim dapat menjadi salah satu pelopor dalam penerapan teknologi digital di desa.

 

#Berita