Gernas BBI Bentuk Kepedulian dan Bangga Produk Indonesia

icon - In Berita By Arif Maulana    icon 7017

Gernas BBI Bentuk Kepedulian dan Bangga Produk Indonesia

SAMARINDA – Pemprov Kaltim disebut berkomitmen dan sangat mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang di soft launching Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) secara virtual 1 September 2021 dan akan grand launching, di Provinsi Kaltim, 2 Oktober 2021.

 

Kegiatan menunjukkan semangat gotong royong dan kerjasama baik antara pemerintah, perusahaan sebagai mitra usaha, para pelaku usaha dan masyarakat dengan berbelanja produk dalam negeri, utamanya produk UMKM, baik secara langsung maupun secara online (digital) yang sudah semakin memasyarakat.

 

“Atas nama Pemprov Kaltim sangat mendukung soft launching Gernas BBI ini, sebagai rasa kepedulian dan bangga terhadap produk-produk buatan Indonesia yang bertujuan untuk mendorong nasional branding produk lokal unggulan, sehingga menciptakan industri, kreasi dan inovasi baru serta pasar yang lebih besar,”ujar Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Sekprov Kaltim M Sabani saat memberikan sambutan pada Soft Launching Gerakaan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kaltim tahun 2021 secara virtual dari Gedung Kemendes PDTT RI, Rabu (1/9).

 

Menurutnya, di Kaltim saat ini terdapat sebanyak 307.341 unit UMKM dengan rincian, UMKM kuliner 93.996 unit, Industri pengolahan 13.921 unit, kerajinan 1.573 unit, dagang 169.142 unit dan jasa 28.711 unit.

 

Dengan potensi besar tersebut dia yakin akan bisa terus tumbuh dan berkembang. Tentunya didukung dengan semangat mencintai produk Bangsa Sendiri.

 

“Dengan  Gernas BBI kita juga berharap sebagai lokomotif kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunan sebagai dampak pandemi COVID-19,”katanya.

 

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan Kaltim khususnya, memunculkan dampak bagi negara dan kehidupan di dalam masyarakat, seperti turunnya pertumbuhan ekonomi dan investasi, melemahnya daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

 

“Sekali lagi saya turut gembira dengan launching Gernas Bangga Buatan Indonesia di Kalimantan Timur ini, semoga mampu mendorong masyarakat untuk menggunakan produk lokal Indonesia,” katanya.

 

Saat ini kita tidak perlu ragu lagi terhadap kualitas dari produk-produk dalam negeri dibanding buatan luar negeri.

 

Produk dalam negeri semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari originalitas ide dan produk yang diusung oleh UMKM kita yang mengusung kearifan lokal seperti dalam bentuk fesyen, kriya, kuliner, manufaktur, kecantikan, komoditi perikanan dan bahkan karya-karya seni yang membanggakan.

 

Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar global produk UMKM harus terus berbenah dengan meningkatkan kreatifitas dan inovasi. Tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada, tetapi terus berjuang meningkatkan permodalan, kualitas produk, promosi dan pemasaran terutama di era Digitalisasi saat ini.(DPMPD Kaltim/arf)