Iyad Harap DPMPD konsentrasi 5 Aspek Strategis

icon - In Berita By PRANATA HUMAS DPM PEMDES KALTIM    icon 5128

Iyad Harap DPMPD konsentrasi 5 Aspek Strategis

Balikpapan, Senin (27/2/2023) Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim, HM Syirajudin, SH, MT membuka acara Forum Perangkat Daerah (FPD) DPMPD Prov Kaltim yang dihelat di Hotel Novotel Balikpapan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah se-Kalimantan Timur dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten/Kota.

 

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra tersebut menyampaikan pentingnya pelaksanaan FPD Perangkat Daerah. Menurutnya, hal tesebut mengacu pada Inmendagri Nomor 52 tahun 2022 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bagi Daerah dengan Masa Jabatan Kepala Daerah Berakhir Tahun 2023 dan Daerah Otonom Baru.

 

Masa Jabatan Gubernur akan berakhir tahun 2023 ini, sehingga untuk menjalankan roda pemerintahan yang terarah, maka perlu Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD). RPD Kaltim sendiri telah dibahas dan telah melalui konsultasi publik beberapa waktu lalu. Saat ini Kalimantan Timur telah berada pada tahapan Penyusunan Rancangan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing Perangkat Daerah. Sementara Renstra Perangkat Daerah akan tersusun dengan baik jika ada sinergitas antar OPD.

 

“Masa Jabatan Gubernur yang akan berakhir tahun 2023 ini, maka akan ada Penanggung jawab (Pj) Gubernur dalam melanjutkan pemerintahan. Pj Gubernur ini dalam melanjutkan pemerintahan, harus ada RPD. Turunan dari RPD adalah RENSTRA Perangkat Daerah” Terang Iyad.

 

“Namun, Renstra akan terancang dengan baik, jika ada sinergitas dan sinkronisasi antar OPD, maka salah satu caranya adalah melalui FPD seperti hari ini” tambahnya.

 

Syirajudin berharap dalam FPD ini DPMPD Menyusun rancangan Renstra berdasarkan 5 (lima) aspek strategis, diantaranya Ekonomi wilayah, infrastruktur, tata Kelola pemerintahan, pembangunan berkelanjutan serta pengembangan Sumber Daya Manusia. Dari lima aspek yang disebutkan di atas, aspek ekonomi wilayah yang perlu ditingkatkan. Menurutnya aspek ekonomi pada DPMPD bisa dibangkitkan melalui pembinaan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma), agar desa-desa di Kalimantan Timur yang potensial dapat diberdayakan.

 

“Karena BUMDesma didirikan  berdasarkan komitmen bersama masyarakat desa untuk bekerja sama dan menggalang kekuatan ekonomi desa demi mewujudkan kesejahteraan, serta kemakmuran masyarakat desa” terang Iyad.

 

“Jika ekonomi masyarakat sudah kuat, maka angka stunting yang tahun ini naik 1,5% dari tahun lalu, akan bisa diturunkan” tegasnya.

 

Selain Bumdesma dan Stunting, Iyad turut membahas masalah Emisi Karbon, yang beberapa saat lalu telah menjalin kerjasama dengan world bank. Dimana Desa sebagai pioneer dalam menjaga lingkungan dan tutupan hutan. (DPMPD-Nunu)