Kaltim Ikuti Bimtek Pemetaan Kebutuhan TTG

icon - In Berita By Admin Website    icon 6767

Kaltim Ikuti Bimtek Pemetaan Kebutuhan TTG

MAKASSAR – Kaltim menjadi salah satu provinsi bersama 16 provinsi lain se Indonesia yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemetaan kebutuhan Teknologi Tepat Guna (TTG) diigagas Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PPMD Kemendes PDTT) RI.

Pada kegiatan yang diselenggarakan, 28 Agustus – 1 September 2018, di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut, Kaltim mengutus satu orang perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Kasi Penataan, Perkembangan Administrasi Desa dan Kelurahan, Nazly.

Direktur SDA dan TTG  yang diwakili Kasubdit TTG Direktorat SDA dan TTG Kemendesa, PDT dan Transmigrasi mengatakan kegiatan dalam rangka mendorong percepatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan TTG, Anastutik Wiryaning.

“Melalui kegiatan diharap dapat memberi pembekalan kepada aparatur, tenaga ahli TTG, dan pengurus Posyantek dala memetakan kebutuhan TTG,” ujarnya saat membuka Bimtek Pemetaan Kebutuhan TTG, di Makassar, Rabu (29/8).

Selanjutnya, ia berharap terjadi proses menemukenali proses-proses pemetaan yang sudah dilakukan di daerah dan permasalahan yang ada. Gilirannya didapatkan data aplikasi pemetaan yang sudah dilakukan di daerah dan permasalahan yang ada.

Secara umum, kata dia, pemanfaatan TTG perdesaan hingga saat ini dinilai memiliki dampak positif atau memiliki daya ungkit besar dan signifikan terhadap peningkatan nilai tambah produk, serta peningkatan pendapatan masyarakat, pelaku, dan pemerintah.

Meski begitu, gerakan pemanfaatan TTG di sebagiaan besar daerah masih relative lamban atau kurang optimal. Hal tersebit diduga berkaitan dengan beberapa masalah seperti penemuan TTG belum dapat diakses dan digunakan secara optimal oleh masyarakat, kurang sinergi pemberdayaan masyatrakat yang dialkukan pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pemahaman dan pengembangan TTG secara optimal, serta masih lemahnya jiwa kewirausahaan dalam diri masyarakat di sejumlah perdesaan.

“Untuk lebih memahami secara mendalam kondisi potensi dan masalah dalam pemanfaatan TTG perdesaan perlu dilakukan pemetaan kebutuhan TTG perdesaan. Kagiatan ini sebagai salah satu upaya mengidentifikasi potensi, permasalahan, kebutuhan, dan penyebarluasan informasi terkait pengembangan dan pemanfaatan TTG perdesaan,” katanya.(DPMPD Kaltim/arf)