Lolos Seleksi, Jauhar Harap TPP Benar-benar Profesional

icon - In Berita By Admin Website    icon 7280

Lolos Seleksi, Jauhar Harap TPP Benar-benar Profesional

TANJUNG REDEB -- Rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Kaltim tahun 2018 memasuki tahapan seleksi jemput bola di wilayah Kabupaten Berau. Sebanyak 59 pelamar yang lolos seleksi administrasi akan berjuang menjadi TPP pada posisi dan lokasi penugasan yang dilamar dari total kuota lowongan untuk 30 orang yang dibuka.

Sama seperti seleksi jemput bola sebelumnya untuk wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, peserta akan mengikuti tes tertulis yang kemudian dilanjutkan tes wawancara dan tes komputer.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Moh Jauhar Efendi sebelum membuka pelaksanaan seleksi menyebut, seleksi merupakan tahapan penting menetapkan yang terbaik dari peserta terbaik yang mengikuti seleksi untuk menjadi TPP. Ia berharap mereka yang lolos seleksi nantinya benar-benar bisa menjadi TPP yang profesional.

"Namanya juga Tenaga Pendamping Profesional bukan amatir. Makanya harus menunjukan profesional dalam melaksanakan tugas pendampingan," tegas Jauhar saat membuka Seleksi TPP wilayah Kabupaten Berau, di Hotel Parama Tj Redeb, Sabtu (8/9).

Profesional dimaksud ditandai pelaksanaan tugas pendampingannya berhasil.  Keberadaannya sebagai tenaga pendamping profesional diharapkan di desa, kecamatan, maupun kabupaten sesuai kewenangan tugasnya. Bukan malah sebaliknya keberadaannya malah menjadi beban.

Terpenting, setelah dilakukan pendampingan desa yang dilakukan pendampingan statusnya meningkat. Jika sebelum pendampingan statusnya sangat tertinggal, terus meningkat menjadi tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri setelah pendampingan.

"Itu baru berhasil peran pendampingannya. Sebab secara umum status desa di Kaltim masih tertinggal. Tugas berat pendamping tingkatkan status itu dengan capaian kinerja pembangunan desa. Kalau statusnya tidak naik, berarti tugasnya gagal," katanya.

Pada kesempatan itu, Jauhar mengaku bersyukur Pemkab Berau merupakan daerah yang memberi perhatian besar terhadap terhadap pemerintahan kampung. Ditandai memberikan dukungan anggaran cukup besar untuk Alokasi Dana Desa maupun memprogramkan Tenaga Pendamping Pejuang SIGAP membantu tugas pendampingan desa.

Sejalan dengan itu, ia berharap dukungan tersebut diikuti peningkatan kinerja TPP yang bertugas di Kabupaten Berau. Gilirannya pembangunan desa di Berau semakin maju dan status desanya semakin baik dari kondisi sekarang rata-rata tertinggal menjadi lebih baik lagi.

Sementara Kepala DPMK Berau, Ilyas Natsir mengapresiasi kebijakan pusat menambah jumlah pendamping di Kabupaten Berau. Ia menilai hal tersebut bentuk perhatian dari Kemendes PDTT terhadap Kabupaten Berau khususnya dan Kaltim umumnya.

"Makanya yang lolos seleksi diharap jangam berbangga diri, tapi harus mampu menunjukan kinerja. Menerima amanah harus diikuti kinerja terbaik," katanya.

Selanjutnya ia menyebut akan menambah tugas pendamping lokal desa (PLD) agar lebih maksimal melakukan pendampingan. Jika biasanya PLD bertugas mendampingi 4 desa, di Berau cukup satu desa karena secara bersamaan Pemkab Berau melakukan rekrutmen pendamping desa Pejuang SIGAP.

"Berdoa agar lulus dan bisa berbakti. Ditandai melaksanakan tugas dengan baik agar jadi orang bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.

Pembukaan seleksi sendiri dihadiri Koordinator Program Regional 3 Konsultan Nasional P3MD, Harbit Manika, Timsel Pusat, Farida, Sekretaris DPMPD Kaltim, Surono, Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan, Riani Tisnadewi, Kasubag Rengram DPMPD Kaltm, Esthi Susila Rini, Pejabat Pengadaan Barang Jasa, Noor Agustina dan Tim Leader KPW Kaltim.(DPMPD Kaltim/arf)