Manajemen RS Menghadapi Covid-19
07 April 2020 Admin Website Berita 4316
Manajemen RS Menghadapi Covid-19

Oleh : Dr. Moh. Jauhar Efendi, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kaltim. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Prov. Kaltim.

Kata Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) baru kita kenal pada akhir Tahun 2019. Bahkan, saat ini orang desa pun tahu kata covid-19, walaupun mungkin tidak semuanya tahu kepanjangan dari covid-19.  Sebenarnya kata virus itu sendiri  sudah lama kita kenal. Covid-19 ini baru mencuat setelah warga di Kota Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, Cina, terserang virus tersebut. Virus ini menjadi sangat populer, karena menyebabkan kematian ribuan orang di seluruh dunia. Hingga kemarin (5/4/2020), penyebaran virus corona terus meluas. Sebanyak 207 negara mengonfirmasi terjangkit Covid-19 (covid19.go.id. Diakses tanggal 5 April 2020, pukul 22.04 wita).

Sebanyak 1,19 juta orang terkonfirmasi positif virus corona, 64.580 orang meninggal dunia, dan 246.110 pasien sembuh (kompas.com., 5 April 2020)/ Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data per tanggal 5 April 2020, sudah ada 2.273 terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19, 198 orang meninggal dunia, dan 164 orang dinyatakan sembuh (covid19.go.id. Diakses tanggal 5 April 2020, pukul 22.07 wita).

Di wilayah Provinsi Kaltim menduduki urutan ke 8 dari 32 provinsi yang sudah terjangkit. Dua provinsi yang tidak atau belum terjangkit adalah Provinsi Gorontalo dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data yang dirilis tanggal 5 April 2020, pukul 12.00 Wita, ada 25 orang positif terkonfirmasi virus corona. Dari jumlah tersebut 1 orang diberitakan  meninggal. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah warga dari Provinsi Kalimantan Selatan. Selain itu, ada berita yang cukup menggembirakan yaitu 2 orang PDP positif terkonfirmasi covid-19, yang dirawat di RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dinyatakan  sembuh. Rumah Sakit ini statusnya adalah milik Pemerintah Prov. Kaltim, walaupun lokasinya berada di Kota Balikpapan.

Dalam menghadapi wabah pandemi covid-19 dan di tengah keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) serta situasi kepanikan yang dihadapi masyarakat, maka diperlukan manajemen Rumah Sakit yang andal. Kenapa? Karena Rumah Sakit lah benteng terakhir penanganan atau penyembuhan orang yang sudah positif terkonfirmasi covid-19.

Cerita kesembuhan 2 orang pasien yang positif terkonfirmasi covid-19 dan dirawat di RSKD inilah yang mendorong penulis ingin menjelaskan tentang bagaimana manajemen RSKD yang saat ini dikomandani oleh dr. Edy Iskandar, Sp.PD bersama lebih dari 1.250 orang bisa memberikan pelayanan terbaik dan memberikan bukti nyata, bahwa pasien covid-19 bisa sembuh. Selain itu,  penulis juga memberikan apresiasi kepada jajaran manajemen RSUD Taman Husada, Bontang dan jajaran manajemen RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong. Keduanya juga telah membuktikan diri bisa merawat dan menyembuhkan pasien covid-19, masing-masing 1 orang.

Tulisan berikut ini, penulis hanya mengupas tentang manajemen RSKD milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dulu ada satu lagi Rumah Sakit milik Pemprov Kaltim yang berlokasi di luar Ibukota Samarinda, yaitu Rumah Sakit Tarakan. Saat ini telah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

RSKD berlokasi di Jalan M.T. Haryono, Balikpapan. Mulai dibangun Tahun 1991/1992 sampai dengan 1994/1995, di atas tanah 24,2 hektar (Ha). Dana berasal APBN dan APBD Provinsi Kalimantan Timur. Luas bangunan RSKD ini awalnya seluas 15.277 m2. Gedung RSKD ini mulai digunakan Tahun 1997. Tepatnya mulai tanggal 21 April. Peresmian dilakukan oleh Presiden kedua RI, yaitu Presiden Soeharto, pada tanggal 19 Agustus Tahun 1997.

Seiring dengan tuntutan perkembangan zaman serta jumlah pasien yang ditangani terus mengalami peningkatan, maka dilakukan pengembangan pembangunan. Gedung Anggrek Hitam, 8 lantai, dilengkapi dengan helipad dimulai pembangunannya pada tahun 2011. Peresmian Gedung Anggrek Hitam pada tanggal 22 Maret 2013 oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, Sp.A.

 Luas tanah RSKD saat ini mengalami pengurangan, karena 2,5 Ha dihibahkan kepada Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan. Total luas tanah saat ini mencapai 21,7 Ha. Hingga kini seluruh bangunan berdiri di atas lahan kurang lebih 10 Ha. Sisanya, seluas 11,7 Ha merupakan lahan hijau dan lahan kota.

RSKD ini memiliki sumber daya manusia (SDM) yang jumlahnya luar biasa banyak. Ada 33 dokter umum, 50 dokter spesialis, 4 dokter sub spesialis, 1 orang dokter gigi, dan 3 orang dokter spesialis gigi. Rumah Sakit ini juga didukung oleh 541 tenaga perawat, dan 67 bidan. Selain itu, juga didukung oleh 166 tenaga kesehatan lainnya, seperti farmasi klinis, apoteker, asisten apoteker, analis kesehatan, bank darah, radiografer, perekam medis, fisioterapis, terapi wicara, okupasi terapis, elektromedik, nutrisionis, dan refraksionis optisien.

Tentu saja, seluruh aset SDM ini akan menjadi sebuah kekuatan andal jika dikelola dengan baik dan profesional. Dinahkodai  oleh Direktur dan 28 pejabat struktural dan dukungan 359 orang fungsional umum/non-medis. Jangan dianggap remeh tenaga fungsional umum ini. Bayangkan, jika seorang dokter sedang melakukan tindakan operasi, kemudian tiba-tiba supply listrik dari PLN mengalami gangguan, maka staf fungsional umum yang memiliki keahlian untuk mengoperasikan genset atau generator menjadi penting untuk menyukseskan kegiatan tindakan operasi. Di sinilah letak uniknya manajemen Rumah Sakit. Seorang manajer atau Direktur Rumah Sakit harus mampu dan memahami seluruh tugas pokok SDM yang berada di bawah kendalinya dan memastikan semuanya dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Menurut Direktur RSKD, pada kondisi darurat penanganan wabah covid-19, RSKD telah menyiapkan 2 ruangan, yaitu Ruang Soka dan Ruang Mawar. Ruang ini memiliki 20 kamar. Ruang ICU disiapkan 4 tempat tidur. Untuk kasus PDP (pasien dalam pengawasan) dalam 1 kamar hanya ada 1 tempat tidur. Tidak boleh digabung. Sedangkan untuk pasien positif corona bisa digabung dalam 1 ruangan. Ada yang memiliki 4 kamar tidur dan ada yang 2 tempat tidur.

Lebih lanjut dijelaskan, ”untuk yang satu keluarga positif corona digabung dalam satu kamar. Saat ini telah dipersiapkan untuk penambahan ruang perawatan covid-19, yaitu Ruang Kemuning dan Ruang Melati”. Menurut penulis, langkah penyiapan ini adalah langkah antisipatif, mengingat masih banyaknya orang yang berstatus ODP maupun PDP.

Berdasarkan laporan yang penulis terima, Tim Covid-19 sejak tanggal 13 Maret 2020 sudah tinggal di Wisma RSKD. Ada 45 orang perawat yang tinggal di wisma tersebut. Ini adalah bentuk kesadaran dari petugas Tim Covid-19 RSKD demi kesiapan pelayanan dan perawatan. Sekaligus untuk mencegah/memutus rantai penyebaran Covid-19.

Secara rendah hati, manajemen RSKD, khususnya Direktur RSKD memberikan dukungan penuh (total support) langkah tersebut, sehingga dibuatlah kebijakan resmi, agar Tim Medis Covid-19 tidak ada yang pulang ke rumah masing-masing.

Ketika penulis bertanya tentang hal apa yang paling berat dihadapi dalam kasus corona, dr. Edy Iskandar, Sp.PD menjelaskan, adalah bila tidak ada Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap dan memadai serta memenuhi standar yang telah ditetapkan. Lebih jauh dijelaskan, syukur alhamdulillah RSKD sudah memenuhi kebutuhan tersebut, ditambah bantuan Pemerintah dan masyarakat yang ikut memberikan donasi APD dan lain-lain kepada Tim Medis Covid-19 RSKD.

Tantangan berat yang lain adalah reaksi awal pasien yang dirawat. Mereka merasa kebebasannya dibatasi. Biasanya diperlukan waktu antara 2 – 3 hari baru mereka bisa lebih tenang dan beradaptasi dengan lingkungan ruang perawatan. Di sinilah letak strategisnya kehadiran peran petugas medis covid-19. Para petugas memberikan support, membuat tulisan-tulisan motivasi di piring makan para pasien. Semua ini dimaksudkan untuk menyemangati para pasien, memberikan hiburan, juga kejutan-kejutan yang menurut mereka kalau di luar ruang perawatan adalah hal biasa. Namun saat mereka berada di ruang perawatan menjadi hal yang luar biasa.

Menurut penulis sentuhan-sentuhan yang bersifat psikis ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap kekuatan fisiologis. Edy Iskandar menambahkan, hal berat lainnya adalah menata hati para petugas medis Covid-19, supaya bisa meredam rasa kangen terhadap anak-anak yang lucu di rumah dan keluarga tercinta. Mereka juga ikut berkorban, karena tugas yang mulia ini. Ini adalah ongkos sosial (social cost).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan support penuh atas penangan Covid-19. Manajemen RSKD telah melakukan koordinasi yang baik dengan Gugus Tugas Covid-19 tingkat Provinsi maupun tingkat Kota Balikpapan. Begitu juga dengan RSU A. Wahab Sjacranie Samarinda maupun Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Mahakam Samarinda juga melakukan koordinasi yang sama, baik pada tingkat provinsi maupun tingkat Kota Samarinda. Diharapkan dengan keterlibatan banyak pihak mampu menuntaskan pandemi covid-19.

Untuk diketahui, RSKD maupun RSU Abdul Wahab Sjacharane (RSU AWS) Samarinda telah dua kali menerima penghargaan tertinggi untuk penilaian Rumah Sakit, yaitu penghargaan Bintang 5 dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Penilain ini dilakukan setiap 3 tahun sekali. Begitu juga RSJ Atma Husada Mahakam juga pernah mendapatkan penghargaan bintang 5. Dengan reputasi seperti ini dan koordinasi dengan para pihak kiranya dapat mendorong masyarakat untuk tidak percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi dan berita hoax di tengah-tengah pandemi global ini.

Ketika penulis minta pesan-pesan apa yang ingin disampaikan kepada keluarga pasien covid-19, Direktur RSKD menyampaikan ”agar keluarga tetap tenang, tetap di rumah. Budayakan hidup bersih dan sehat. Makan makanan bergizi, berolahraga, dan percayakan perawatan dan pengobatan keluarga yang dirawat di RSKD kepada Tim Medis. Berikan dukungan dan semangat walaupun dari rumah”.

Sedangkan untuk masyarakat, ”jaga keluarga masing-masing. Tetap berdiam diri di rumah. Jangan ke luar rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak. Hindari tempat-tempat keramaian. Minimalkan berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Jaga kondisi. Makan dan minum yang bergizi. Cukup istirahat. Olahraga ringan. Tambah suplemen seperti madu dan vitamin. Jaga kebersihan lingkungan. Sering cuci tangan. Lakukan gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (GERMAS). Jangan lupa pakai masker ketika ke luar rumah.

Moga wabah pandemi covid-19 segera berlalu dari Bumi Indonesia pada umumnya dan Kaltim pada khususnya. Setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan. Selamat bertugas para pahlawan di bidang kesehatan.*


Artikel Terkait
Info Permohonan Informasi
Artikel Terbaru
Statistik
Online 1
Pengunjung Hari Ini 340
Halaman Dikunjungi Hari Ini 1129
Total Pengunjung 157788
Total Halaman Dikunjungi 1405000
Government Public Relation

Jl. MT Haryono - Samarinda - Kaltim
Telp : (0541) 7779725,
Fax : (0541) 7779726
E-mail : dpmpd@kaltimprov.go.id
E-mail Pengaduan : dpmpdkaltim@gmail.com

Sitemap | Kontak | Webmail

Visitor
Total : 1405000
Bulan ini : 1129
Hari ini : 1129

© DPMPD Prov Kaltim @ 2021