Pelaksanaan RAD PG, DPMPD Libatkan Peran Pendamping dan KPM

icon - In Berita By Admin Website    icon 6652

Pelaksanaan RAD PG, DPMPD Libatkan Peran Pendamping dan KPM

SAMARINDA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur sebagai koordinator pokja III pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) 2019 – 2023 diakui sudah mulai melaksanakan perannya.

Diantaranya melibatkan peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan Kader Pembangunan Desa (KPM) untuk melaksanakan upaya pencegahan stunting melalui menjaga pola asuh, asih, asah tepat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Yang sudah kita lakukan melibatkan pendamping untuk memberi informasi dan meberi masukan kepada kepala desa agar dalam perencanaan pembangunan desa memberi prioritas pada bidang kesehatan, khususnya dalam merevitalisasi peran Posyandu dalam upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak pada 1.000 HPK,” aku Kepala Seksi Pemberdayaan Kelembagaan DPMPD Kalimantan Timur, Evida Prasetiningrum saat rapat evaluasi RAD PG 2019 -2023 secara virtual, Kamis (14/5).

Pun demikian peran PMD. Membantu meningkatkan pemahaman perangkat desa dan masyarakat desa terkait pentingnya menjaga 1.000 HPK.

Sebagai penunjnag, DPMPD mengagendakan beberpa kali porgam pelatihan peningkatan kapasitas KPM seperti yang baru dilakukan di Kabupaten Kutai Barat pada awal tahun 2020.

Menurutnya stunting atau anak kerdil akibat kurang asupan gizi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah. Diantaranya dengan langkah pengasuhan yang bisa dilakukan pada masa 1.000 HPK untuk mencegah stunting.

Kondisi stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal berkembang akibat kurang gizi kronis sejak dalam kandungan. Periode 1.000 HPK adalah masa sejak anak dalam kandungan sampai anak lahir 2 tahun pertama kehidupan, merupakan periode emas karena sejak dalam kehamilan salah satunya untuk mencegah Stunting

Dalam  menjaga 1.000 HPK kebutuhan dasar tumbuh kembang anak menjadi prioritas utama yakni “asuh-asih- asah”  pemberian makan sesuai kebutuhan gizi anak, imunisasi, higiene dan sanitasi,  kasih sayang, emosional, stimulasi dan lain-lain.

Termasuk di dalamnya monitoring pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai dari dalam keluarga dan pelayanan kesehatan  menjadi salah satu cara dalam menjaga 1.000 HPK dari dampak dari gangguan gizi selama masa 1.000 HPK itu sendiri.