watch_later

Jam Operasional : Senin - Jum’at 08.00 - 16.00 WITA

Semua Artikel

Artikel

Puguh ke Badan Gizi Nasional guna Konsultasi Persiapan Program MBG


 

Jakarta, 12 Desember 2024 – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Timur Puguh Harjanto bersama dengan PSM Ahli Muda, staf UEM, dan sejumlah pihak terkait, melakukan konsultasi dan koordinasi yang intensif di Badan Gizi Nasional. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Gizi Nasional, bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di bidang gizi anak dan ibu hamil.

 

Beberapa hal penting yang disampaikan dalam konsultasi tersebut antara lain adalah mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di lingkungan Provinsi Kalimantan Timur, khususnya para pengelola satuan pendidikan, posyandu, serta kesiapan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu penyuplai bahan pangan untuk program ini. Program MBG direncanakan akan dimulai pada Januari 2025 dengan beberapa tahapan, yang mencakup pembangunan sekitar 5.000 dapur untuk melayani kurang lebih 15 juta penerima manfaat, meliputi siswa di sekolah, pondok pesantren, serta pemberian bantuan gizi bagi anak balita dan ibu hamil.

 

Puguh menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan tercapainya kecukupan gizi bagi kelompok sasaran, serta menciptakan sistem distribusi yang efisien dan berkelanjutan. "Dengan adanya Satuan Pelayanan Gizi di setiap titik yang akan melayani hingga 3.000 anak per hari, kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi masalah gizi buruk di daerah kami," ungkapnya.

 

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran program, akan ada pelibatan sekitar 40 hingga 45 tenaga kerja lokal di setiap titik dapur yang akan dibangun. Saat ini, Badan Gizi Nasional sedang fokus pada pelatihan kepala dapur untuk memastikan standar gizi yang tepat dan kualitas pelayanan yang optimal.

 

Salah satu aspek yang juga ditekankan dalam konsultasi ini adalah peran aktif BUMDes dalam penyediaan bahan pokok untuk program MBG. BUMDes diharapkan dapat menjadi mitra dalam menyediakan bahan-bahan seperti beras, sayuran, ikan, telur, daging ayam, dan berbagai komoditas lainnya yang dibutuhkan untuk menciptakan menu makan bergizi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur berharap agar BUMDes dapat berperan lebih dalam, tidak hanya sebagai penyedia bahan pangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan program ini, yang pada gilirannya akan menggerakkan perekonomian desa.

 

Program MBG ini juga mendorong kemitraan antara industri besar dan kelompok usaha masyarakat. Pemerintah daerah bersama dengan sektor swasta akan fokus pada investasi di BUMDes dan Koperasi Desa sebagai pusat pengolahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. "Dengan dukungan permodalan dari Bank BUMN melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat), kami berharap peran BUMDes dan Koperasi Desa dapat semakin kuat, memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan," tambah Puguh.

 

Dalam kesempatan tersebut, pentingnya kerjasama antara desa dan stakeholder lainnya juga ditekankan, mengingat beberapa desa di Kalimantan Timur memiliki keterbatasan dalam menyediakan bahan pangan lokal yang memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang. Oleh karena itu, kerjasama antara desa, pemerintah, dan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan bahan lokal yang mencukupi. Selain itu, pelatihan dan pendampingan bagi SDM pemasak juga akan diberikan untuk memastikan bahwa menu yang disiapkan dapat memenuhi standar kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan air.

 

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur, dalam upaya mencapai kecukupan gizi yang lebih baik bagi anak-anak dan ibu hamil.

 

#Berita