DPMD Jawa Barat Fokus Tiga Pilar Straregis Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
DPMD Jawa Barat Fokus Tiga Pilar Straregis Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa


BANDUNG -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat disebut memfokuskan tiga pilar strategis dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Tiga pilar dimaksud mulai dari infrastruktur gerbang desa, ekonomi melalui one village one product (OVOP) dalam pengembangan BUMDes, serta digitalisasi pelayanan publik atau desa digital.

Dikatakan Kepala Bidang Bina Desa DPMD Jawa Barat,  Wardana untuk pilar infrastruktur diwujudkan dengan pemberian bantuan keuangan ke desa untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa.

"Bankeu sebesar Rp100 juta perdesa pertahun bagi 5.312 desa se Jawa Barat. Peruntukannya digunakan membangun jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, tembok penahan tanah dan lainya. Prinsip yang mempermudaha kelancaran arus barang dan orang," ujarnya saat menerima kunjungan jajaran DPMPD Kaltim, Rabu (13/11).

Terkait pilar ekonomi. DPMD mendorong BUMDes agar tidak mengembangkan usaha retail, tapi lebih pada menjadi wadah berhimpunnya usaha masyarakat. Maksudnya jika di desa kaya SDA pertanian, BUMDes harus mampu menghimpunnya dan memasarkannya.

"Sehingga prinsip setiap desa satu produk unggulan bisa tercapai. Bagaimana BUMDes bisa menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa. Menjadi penghimpun sumber pendapatan dan menyetorkan sebagai pendapatan desa" ujarnya.

Sebagai apresiasi, BUMDes yang sudah bagus akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp100 juta bagi 500 BUMDes. 

Sementara yang belum membentuk BUMDes akan diterjunkan Patriot BUMDes. DPMPD sengaja merekrut SDM unggul menjadi Patriot BUMDes yang akan betugas sebagai motivator mendorong pembentukan BUMDes di desa.

Juga membantu dalam hal pemasaran dengan menggandeng startup sepeti Buka Lapak, Toko Pedia, maupun Astra untuk bantu promosi pemasaran produk BUMDes. 

Sedangkan pilar digitalisasi pelayanan publik. Berupa mendorong desa agar dapat memberikan pelayanan berbasis internet. 

DPMD sudah bekerjasama Kemenkominfo mengupayakan agar seluruh desa terhubung internet. Diantaranya pemasangan 600 titik WIFI gratis untuk membuka akses internet desa. 

"Harapanya desa bisa membuat website maupun media sosial sebagai saluran informasi, komunikasi, dan promosi desa," sebutnya.

Selain tiga pilar dimaksud, DPMD Jawa Barat juga memiliki beberapa program unggulan lain. Diantaranya program Sapa Warga dengan meminjamkan HP bagi Ketua RW dan memberikan HP bagi 5.312  kepala desa lengkap dengan pulsa selama enam bulan pertama.

Juga ada Jantung Desa atau program jembatan gantung desa. Ini merupakan program pemberdayaaan masyarakat untuk menangani keterbatasan jembatan dengan pembangunan jembatan gantung maupun perbaikannya dengan pola swadaya masyarajat.

Selain itu, kata dia, ada juga Maskara atau Mobil Aspirasi Kampung Juara. Berupa penyedian fasilitas layanan mobil yang dapat digunakan desa untuk sosialisasi, angkuta barang, hiburan, termasuk sebagai sarana kesehatan.

Sementara Kasubag Perencanaan Program DPMPD Kaltim, Nazly menyebut akan menyampaikan berbagai informasi yang didapat sebagai bahan laporan. Harapannya dapat mengadopsi program yang memungkinkan dilaksanakan di Kaltim. 

"Saya kira pas kita berguru ke sini sebagai daerah penyangga ibu kota. Sebab nanti pada saatnya Kaltim juga akan menjadi ibu kota. Makanya desanya juga harus maju," katanya.(DPMPD Kaltim/arf)

Dinas Pemerdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa
Jl. MT. Haryono No. 96 Kalimantan Timur
(0541) 7779725 dpmpd@kaltimprov.go.id
2013 - 2019