Jauhar Sebut Pemprov Sudah Laksanakan Kewajiban Memastikan Warga Kaltim Aman Hadapi Kasus Corona
Jauhar Sebut Pemprov Sudah Laksanakan Kewajiban Memastikan Warga Kaltim Aman Hadapi Kasus Corona


SAMARINDA -- Pemprov Kaltim disebut sudah melaksanakan kewajiban memastikan warga Kaltim aman dalam menghadapi kasus penyebaran Virus Corona yang terjadi di Wuhan, Tiingkok.

"Sejauh ini kita sudah melaksanakan kewajiban. Pemprov sudah berkoordinasi dengan Kemenkes RI memberikan layanan ruang isolasi di RSUD AWS Samarinda, RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSUD Panglima Sebaya Paser dan RSUD Taman Husada Bontang fasilitas jika ada suspect. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada," ujar Plt Asisten Pemerintah dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi saat menjadi narasumber Dialog Publika TVRI Kaltim, Kamis (20/2).

Pun demikian terhadap warga Kaltim yang melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Sebelum pemulangan ke Indonesia dan kembali ke Kaltim, Pemprov Kaltim melalu Badan Penghubung di Jakarta selalu berkoordinasi dengan Kemenkes RI terkait langkah-langkah evakuasi dan penanganan warga Indonesia di Tiongkok.

Karenanya saat pemulangan ke Kaltim langsung disambut Gubernur Kaltim, Isran Noor sebagai bentuk perhatian. Terkait kondisi ini, Jauhar menyarankan masyarakat boleh wasapada tapi tidak  berlebihan.

Terlebih Pemerintah Indonesia sudah berpengalaman atasi flu burung dan penyebaran virus berbahaya lainnya.

"Saya ingatkan masyarakat jangan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Sebab jika tersebar informasi salah dikhawatirkan menyebabkan ekonomi melambat," serunya.

Rusniah salah satu ibu Mahasiswa asal Kaltim yang menempuh pendidikan perkuliahan di Tiongkok mengaku saat kejadian heboh Virus Corona sangat panik.

Hanya saja dia melihat kondisi anaknya aman karena sebelum pemulangan untuk observasi dan pemulangan ke Kaltim aktif menanyakan informasi kepada anaknya.

"Saya sering video call memastikan anak baik-baik saja. Dan tentunua terus memberikan motivasi dan doa agar tetap sehat," katanya.

Sementara Rizka Nurazizah Mahasiswa Kaltim yang kuliah di Tiongkok mengaku bersyukur tindakan cepat pemerintah. Sebab saat wabah virus corona Rizka bersama mahasiswa lain yang satu asrama harus membatasi berhubungan dengan orang luar asrama sebagai antisipasi.

"Sampai-sampai kita makan bubur karena menghindari kontak dengan orang luar sebelum mendapat pertolongan pemerintah," katanya.

Hanya saja dia menilai pemberitaan yang beredar di masyarakat terlihat berlebihan. Bahkan informasi di media sosial yang menayangkan ada warga Tiongkok berjatuhan pingsan di jalan disebut merupakan berita bohong atau hoax.

Dia berharap kasus penyebaran virus corona bisa selesai agar segera bisa melanjutkan perkuliahannya. Untuk sementara dia tetap menempuh pendidikan dengan sistem pembelajaran online sampai kondisinya benar-benar aman.(DPMPD Kaltim/arf)

Dinas Pemerdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa
Jl. MT. Haryono No. 96 Kalimantan Timur
(0541) 7779725 dpmpd@kaltimprov.go.id
2013 - 2020