Jauhar Ungkap Permasalahan Pembangunan Bidang Kesra di Rakor Kesra 2019
Jauhar Ungkap Permasalahan Pembangunan Bidang Kesra di Rakor Kesra 2019


BONTANG – Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengungkapkan permasalahan pembangunan bidang kesra saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesra 2019, di Bontang, Kamis (7/11).

“Permasalahan yang terjadi adalah belum merata dan kuatnya daya saing SDM Kaltim.  Daya saing SDM  menjadi salah satu isu penting di Provinsi Kaltim,” katanya.

Aspek daya saing seringkali diukur dengan menggunakan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator ini mengukur berbagai aspek terutama pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data IPM yang ada, posisi Kaltim sudah lebih baik dibandingkan dengan daerah-daerah sekitar serta rata- rata nasional. Namun demikian, bila dilihat daya saing antara kabupaten/kota di Kaltim, maka akan terlihat adanya ketimpangan.

Belum optimalnya daya saing SDM Kaltim disebabkan belum optimalnya kualitas pendidikan masyarakat, belum optimalnya serapan tenaga kerja, dan derajat kesehatan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Kemudian belum optimalnya peran pemuda, perempuan dan disabilitas dalam proses pembangunan, serta perlindungan sosial terutama untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang belum komprehensif.

“Faktor utama yang sangat mempengaruhi daya saing SDM adalah pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Sedangkan sektor-sektor lain yang juga menopang capaian daya saing antara lain berkaitan dengan keagamaan, sosial dan budaya,” sebutnya.

Karenanya berbagai permasalahan dimaksud dianggap penting dibahas dalam Rakor Bidang Kesra 2019. Sebab urusan bidang kesra memiliki misi mewujudkan Masyarakat yang berkarakter berakhlak mulia dan berdaya saing dengan dua tujuan utama, yakni meningkatnya pengamalan nilai-nilai budaya dan keagamaan di masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Sesuai Pasal 258 UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, daerah melaksanakan pembangunan untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik, dan daya saing Daerah,” sebutnya.

Rakor Bidang Kesra sendiri dibuka Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Dalam arahannya dia mengingatkan pentingnya bekerja keras, bekerja sama, bekerja tulus, bekerja dengan cinta dan dikuatkan dengan doa kepada Allah SWT dalam menunaikan tugas-tugas pemerintahan, terlebih pelayanan masyarakat.

Itu modal dasar bekerja dalam melayani masyarakat. Tidak kalah pentingnya, adanya keinginan atau niat baik. Itu yang harus dimiliki para aparatur dalam melayani rakyat.

Apalagi pemerintah telah bertekad untuk menurunkan bahkan menghapuskan kemiskinan. Walaupun Kaltim berada dibawah angka rata-rata nasional. "Namun upaya dan pelayanan harus terus dilakukan secara optimal," harap mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini.

Kegiatan satu hari diikuti 120 peserta terdiri asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Bappeda, Disdik, Dinkes, Dinsos dan RSUD provinsi, kabupaten dan kota se Kaltim.

Narasumber Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ahmad, Asisten Pemerintahan dam Kesra Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi, Bappeda Kaltim dan Biro Kesra Setdaprov Kaltim.

Hadir Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim H Elto dan Kepala Biro Humas HM Syafranuddin, Kepala Dinas Sosial Kaltim Agus Hari Kusuma, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim serta kabupaten dan kota se Kaltim.(DPMPD Kaltim/rilis/arf)

Dinas Pemerdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa
Jl. MT. Haryono No. 96 Kalimantan Timur
(0541) 7779725 dpmpd@kaltimprov.go.id
2013 - 2020