Bupati Edy Ajak Ubah Budaya Kerja Laksanakan P2ST
Bupati Edy Ajak Ubah Budaya Kerja Laksanakan P2ST


TENGGARONG -- Bupati Kutai Kartanrgara (Kukar), Edy Damansyah mengajak semua pihak untuk merubah budaya kerja meninggalkan budaya lama dalam melaksanakan kegiatan Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi (P2ST).

Dia berharap pertemuan Rembuk Stunting yang digelar dalam pelaksanaan kegiatan P2ST tidak hanya membedah persoalan dan stratagi penangananya, tapi bagaimana menjadi ajang membangun komitmen dan membangun semangat mindset budaya kerja Organisasi Perangkat Desa (OPD) lingkup Kukar.

"Khususnya Dinkes diharap memaksimalkan peran melaksanakan kegiatan P2ST hingga kecamatan dan desa/kelurahan melalui Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, Posyandu,  dan dasawisma," sebut Edy Damansyah saat membuka Rembuk Stunting Kukar, di RSUD AM Parikesit Tenggarong, Kamis (13/6).

Kepala Dinkes Kukar yang baru dilantik diharap membawa semangat baru melaksanakan budaya kerja baru mewujudkan target-target penanganan kasus stunting secara terintegrasi.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari rembuk stunting tidak dapat dicapai dengan baik manakala Dinkes tidak merubah pola pikir dan budaya kerja.

Dia berharap Dinkes kedepan dapat menyusun program-program yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karenanya kegiatanya harus mengarah fokus mendasar penanganan stunting.

"Jangan kunjungan ke Austraslia, tapi lebih disarankan untuk melakukan kunjungan ke desa-desa dan kelurahan. Saya sudah mendorong sekda selaku ketua tim anggaran agar memberikan dukungan anggaran cukup bagi Dinkes untuk menjangkau desa desa dan kelurahan di wilayah Kukar," akunya.

Sebagai penunjang Pemkab Kukar akan terus melakukan peningkatan fisik Puskesmas beserta penguatan fungsi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu agar dapat memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan didukung dengan penguatan atau revitalisasi Posyandu.

Termasuk akan didorong peningkatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan kesehatan dengan pelibatan peran serta dunia usaha melalui program sosialnya untuk fasilitasi program jaminan sosial masyarakat miskin dalam rangka mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat .

"Saya juga minta Danramil maupun Kapolsek ikut berperan. Jika ada ibu hamil maupun anak kurang gizi angkut bawa Puskesmas atau Puskesmas pembantu untuk memastikan warganya sehat," akunya.

Intinya semua diajak punya niat tulus ikhlas untuk melaksanakan program yang konkrit dengan kerja yang nyata. Kegiatan rembuk sendiri merupakan bagian menyambung dan mengurai salah satu program prioritas nasional dalam rangka penanganan stunting terintegrasi.

"Selama ni kerja sendiri-sendiri. Kedepan dengan semangat dan satu tekad kita bersama-sama melaksanakan kegiatan penanganan stunting terintegrasi," harapnya.(DPMPD Kaltim/arf)

Dinas Pemerdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa
Jl. MT. Haryono No. 96 Kalimantan Timur
(0541) 7779725 dpmpd@kaltimprov.go.id
2013 - 2019