Optimis Dorong Desa Aktifkan Posko Tangguh COVID-19
Optimis Dorong Desa Aktifkan Posko Tangguh COVID-19


SAMARINDA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin mengaku optimis akan mendorong desa menerapkan kebijakan mengaktifkan kembali Relawan Desa Lawan COVID-19 menjadi Posko Tangguh COVID-19.

Ini sesuai kebijakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di desa.

“Kita optimis ini diwujudkan, karena menjadi strategi tepat melibatkan Relawan Desa Lawan COVID-19 sebagai paya pencegahan penyebaran COVID-19,” yakin Iyad sapaan akrab M Syirajudin saat diwawancari TVRI Kaltim, di Ruang Loby Kantor DPMPD Kaltim, Rabu (10/2).

Iyad memberikan keterangan didampingi Sekretaris Surono, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan kelurahan Kasmawati, serta Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Sri Wartini.

Dia menilai dengan mengaktifkan Relawan Desa Lawan COVID-19 menjadi Posko tangguh COVID-19 dapat membantu upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19

Terlebih perannya akan diintegrasikan dengan Satgas COVID-19 tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan seluruh elemen masyarakat sebagai langkah penanganan COVID-19 di desa.

Secara operasional fungsi dan tugas prioritas Posko Tangguh COVID-19 nantinya sebagai pendorong perubahan prilaku masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, layanan masyarakat, kendali informasi, serta pelaksanaan 3T (pengetesan, pelacakan kontak erat, serta perawatan atau isolasi mandiri pasien COVID-19).

Seperti diketahui, sepanjang 2020 dari 841 desa Kaltim telah membentuk 27.690 Relawan Desa Lawan COVID-19 yang membantu Pelaksanaan Program Desa Tanggap COVID-19 di Kaltim.

Relawan Desa Lawan COVID-19 merupakan tim relawan desa yang dipimpin langsung kepala desa, sedangkan anggotanya adalah perangkat desa dan BPD, bidan desa, penggerak lembaga kemasyarakatan desa, serta para pendamping yang berada di desa, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Babinkamtibmas serta Babinsa sebagai mitra relawan.

Dengan prinsip kerja gotong royong, Relawan Desa Lawan COVID-19 tidak mendapatkan honor dari Desa, karena Dana Desa hanya digunakan untuk membiayai operasional relawan.

Hasilnya desember 2020 telah dilaksanakan sosialisasi hidup sehat di 794 desa, penyediaan tempat cuci tangan di tempat-tempat publik di 767 desa, penyemprotan disinfektan di 746 desa, Pos Gerbang Desa untuk mengendalikan mobilitas warga di 719 desa, pendirian tempat isolasi di 216 desa, dan sebanyak 569 desa telah melaksanakan pengadaan masker gratis untuk masyarakat.

Terkait anggarana penanggulangan COVID-19, desa diminta melakukan refocusing anggaranuntuk kegiatan penggulngan COVID-19 paling sedikit delapan persen dari besaran Dana Desa setiap desa.

Peruntukannya diantaranya untuk Posko Tangguh COVID-19 dan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sepanjang tahun 2021 dengan besaran Rp300 ribu perbulan per KK selama 12 bulan. (DPMPD Kaltim/arf)

Dinas Pemerdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa
Jl. MT. Haryono No. 96 Kalimantan Timur
(0541) 7779725 dpmpd@kaltimprov.go.id
2013 - 2021